Rabu, 18 Januari 2012

Menjaga Kesehatan Ibu Hamil Dengan Aroma Terapi

Kehamilan adalah bagian dari perjalanan hidup yang sangat berarti bagi seorang wanita. Meskipun waktunya hanya 9 bulan, namun banyak sekali pengalaman yang patut dikenang selamanya. Terkadang ada yang menyenangkan, ada pula yang “sulit” sehingga beberapa wanita merasakan trauma untuk hamil lagi nantinya.

Kebanyakan wanita memiliki feeling atas datangnya kehamilan. Misalnya saja dengan telatnya kedatangan “sang tamu”, sindrom mual di pagi hari, dan lebih sering buang air kecil. Akan tetapi feeling ini tetap harus dikuatkan dengan menjalani pemeriksaan menggunakan alat tes kehamilan. Bila tes tersebut menunjukkan hasil yang positif, anda akan segera beranjak untuk memeriksakan kandungan secara intensif ke dokter. Lalu, dokter tersebut akan melakukan pemeriksaan yang lebih intensif dan menyatakan anda benar-benar hamil. Saat itu, anda pasti akan merasa sangat gembira sampai-sampai ingin mengabarkannya pada semua orang.

Proses kehamilan seorang wanita tak akan lepas dengan berbagai masalah fisik dan emosi. Problem yang sering menyerang fisik calon ibu adalah sakit pinggang, sakit punggung, kram, dan lain-lain. Belum lagi masalah emosi. Calon ibu sering mengalami stres karena memikirkan proses persalinan yang akan dihadapi, kesehatan bayi, dan beberapa hal lainnya. Masalah-masalah seperti ini dtidak boleh diabaikan karena akan berdampak pada calon bayi nanti.

Masalah-masalah dalam proses kehamilan tentunya dapat diatasi dengan berbagai cara. Salan satunya adalah dengan menjalankan natural therapy. Aromaterapi merupakan salah satu terapi alami yang sangat membantu calon ibu saat menjalani proses kehamilannya. Aromaterapi ini menggunakan beberapa minyak esensial yang berguna bagi calon ibu.

Calon ibu biasanya menyukai Aromaterapi. Terapi ini mampu mendatangkan perasaan rileks dan nyaman sehingga mampu mengatasi perubahan emosi saat hamil. Selain itu, sedikit pijat mampu menghilangkan sakit pinggang, kelelahan, dan masalah fisik lainnya. Yang patut diperhatikan dalam penggunaan minyak esensial adalah berkisar pada kapan dan bagaimana. Kesalahan pemakaian bukannya berdampak positif malah akan membahayakan keselamatan janin. Untuk mengindari kemungkinan terburuk, calon ibu tidak dianjurkan menggunakan minyak esensial saat kehamilan menginjak usia 1-3 bulan.

Rina Purwani, penulis buku Aromaterapi Sahabat Calon Ibu, menerangkan bahwa minyak esensial yang kurang aman dipakai saat kandungan berusia kurang dari 3 bulan disebabkan efek emmenagoguic. Minyak ini mampu mendatangkan mestruasi dan dipakai untuk menangani wanita yang mempunyai masalah datang bulan. Beberapa minyak yang termasuk dalam katagori ini antara lain annised, basil, clary, bay, caraway, cedarwood atlas, cedarwood virginian,cypress, fennel bitter, fennel sweet, lavender, marjoram, nutmeg, peppermint, rose otto, rose cabbage, rosemary,dan jasmine. Akan tetapi bukan berarti minyak tersebut tidak akan digunakan sama sekali saat kehamilan. Menginjak usia 7 bulan, praktisi aroma terapi akan menggunakan minyak-minyak tersebut untuk membantu proses persalinan. Minyak tersebut ternyata mampu merangsang kontraksi apabila waktu bersalin sudah lewat, mengurangi rasa sakit, dan memperlancar keluarnya air susu. Sekali lagi, aturan penggunaan Aromaterapi harus selalu diperhatikan agar khasiatlah yang didapatkan, bukan malah bencana.

Minyak esensial yang aman bagi calon ibu yang usia kandungannya antara 4-7 bulan ada beberapa macam. Misalnya bergamot, coriander seed, grapefruit, lemon, neroli, rosewood, orange, ginger, geranium, tea tree, cardamom, dan palmarosa. Minyak yang bisa dipakai sebagai tambahan misalnya eucalyptus. Selain itu ada pula minya yang bisa dipakai saat terjadi kontraksi dini (premature contraction). Misalnya, bitter orange, chamomile german, chamomile roman, petigrain, dan ylang ylang.

Problem yang sangat sering melanda ibu hamil adalah morning sickness. Istilah gampangnya adalah mual dan muntah di pagi hari. Keadaan ini dimulai saat kehamilan menginjak usia 3 bulan dan baru akan berhenti pada bulan keempat atau kelima. Masalah ini tentu sangat mengganggu. Seorang calon ibu akan kehilangan berat badan secara cepat jika berlangsung terus-terusan. Bukan hanya itu, asupan gizi yang diterima oleh ibu dan calon bayi tentu sangat sedikit. Jika tidak segera diatasi, calon bayi akan mengalami gangguan perkembangan dan kondisi ibu pun berbahaya.

Mengatasi morning sickness bukan hal yang mudah. Apalagi memang bawaannya mual terus. Akan tetapi calon ibu harus berusaha mengatasi. Cara yang bisa dilakukan misalnya makan sesering mungkin tapi dengan porsi yang sedikit. Hal ini harus dilakukan agar tetap ada asupan gizi yang masuk ke dalam tubuh. Selain itu, Aromaterapi ternyata mampu menjadi solusi. Gunakan satu tetes minyak esensial cardamom pada saputangan dan dihirup untuk mengurangi rasa mual. Selain itu, teteskan ginger 2 tetes, lemongrass 1 tetes, dan mandarin 3 tetes pada cawan pembakaran minyak esensial.

Masalah lain yang menyerang ibu hamil adalah sakit pinggang. Hal ini biasanya terjadi saat kandungan mulai membesar. Akibatnya postur tubuh berubah menjadi sedikit membungkuk. Posisi ini tentu sangat melelahkan. Masalah ini dapat diatasi dengan ramuan minyak pijat. Ramuan ini dibuat dari lavender 15 tetes, sandalwood 5 tetes, chamomile german 5 tetes, dan 50 ml minyak dasar sweet almond atau grapeseed. Gunakan ramuan ini untuk pijat dan diamkan kurang lebih 4 jam.

Proses kehamilan memang memiliki berbagai masalah ibarat sisi mata uang. Namun masalah ini bukanlah halangan untuk memperoleh keturunan. Semua harus diatasi dengan cara yang aman. Dengan begitu, sesuai dengan lirik lagu Teungku Wisnu dan Shireen Sungkar agar bayi lahir sehat dan ibu selamat.

Sumber: _http://kesehatan.kompasiana.com/ibu-dan-anak/2011/12/31/menjaga-kondisi-calon-ibu-dengan-aromaterapi/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.